Ponorogo (14/1/2026) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Ponorogo menggelar kegiatan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Bertempat di aula madrasah, agenda ini difokuskan pada penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diikuti oleh seluruh civitas akademika MAN 2 Ponorogo. Acara dimulai dengan khidmat melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh  Ali Mashud, S.H. Guru Al-Qurán Hadist Man 2 Ponorogo, kemudian dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Kepala MAN 2 Ponorogo Agung Drajatmon0o M.Pd.

“Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya diterapkan dalam pembelajaran di kelas, tetapi harus menjadi budaya dan karakter seluruh civitas madrasah,” tegas Agung Drajatmono dalam sambutannya

Hadir sebagai narasumber utama, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag RI, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Ag. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa KBC merupakan inisiatif strategis Menteri Agama RI untuk menghadirkan wajah pendidikan madrasah yang lebih humanis.

“Implementasi nilai cinta harus terwujud dalam keseharian tanpa paksaan, melainkan melalui kesadaran kolektif. Dengan pendekatan bertahap, kita harapkan tercipta madrasah yang ramah lingkungan dan ramah anak,” ujar Prof. Nyayu. Beliau juga menambahkan bahwa setiap madrasah diberi keleluasaan mengembangkan karakter khasnya masing-masing selama berlandaskan pada prinsip kasih sayang.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Dr Nasta’in, S.Pd M.Pd Kasi Penma Kab. Ponorogo, Dr. Sugiyo, M.Pd. Kasi Pendma Kantor wilayah Jawa Timur, Prof Dr Hj Evi Muáfiah , M.Ag Rektor UIN Kiai Ageng muhammad besari Ponorogo,  Moh. Thohari, S.Ag., M.H. sebagi Plt Kepala Kemenag Kab. Ponorogo, dan Wilson Arifudin Ashari S.Pd, Kepala Mts.N 2 Ponorogo s, erta seluruh GTK MAN 2 Ponorogo yang berlangsung secara interaktif. Di sela kegiatan, Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap MAN 2 Ponorogo yang dinilainya sebagai salah satu madrasah unggulan dan kebanggaan Kementerian Agama Republik Indonesia. Ia berharap MAN 2 Ponorogo terus konsisten mencetak prestasi serta menjadi pionir kemajuan pendidikan madrasah di Indonesia.

Agenda pembinaan ini resmi ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Muhammad Habibul Annami, Lc., M.A. Melalui momentum ini, MAN 2 Ponorogo berkomitmen untuk terus mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara berkelanjutan, guna mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman karakter berbasis kasih sayang.

Reporter:
Nabila Saniyya Aziza XI-8
Fadhiilatun Nisa’ Alya XI-5


Discover more from MAN 2 Ponorogo

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.